Memulai Toko Online hingga Start Up dengan WordPress? Kenapa Tidak?

WordPress sudah menjadi sebuah content management system (CMS) yang kokoh dan multiguna bagi para pengembang situs hingga pebisnis online. Menopang hampir seperempat dari seluruh situs aktif di dunia, WordPress menjelma sebagai kekuatan CMS yang tak tertandingi. Padahal fungsi dasar dari WordPress sendiri hanyalah sebagai wadah atau juga sebagai mesin pembuatan dan pengelolaan blog saja.

Lantas, mengapa WordPress bisa menjadi begitu multiguna seperti saat ini? Jawabannya hanya satu, karena WordPress dikembangkan secara open source. Ini memungkinkan banyak pengembang situs dari seluruh dunia yang memantau secara terus-menerus dan menemukan setiap kesalahan kecil yang timbul akibat pembaruan-pembaruan yang ada. Dari mereka lah, lahir plugin dan tema yang mempermudah setiap penggunanya untuk membangun situs yang mereka inginkan.

Tapi, bukannya selain WordPress ada Drupal, Joomla bahkan Magento yang juga open source dan memiliki banyak plugin dan tema? Lalu kenapa hanya WordPress yang dianggap sukses? Jawabannya cukup sederhana, WordPress memenangkan kompetisi dalam hal positioning. Perlu dipahami, selain CMS, WordPress juga menyediakan layanan pembuatan blog gratis di WordPress.com, dimana pada layanan ini tim utama WordPress, Automattic, menyediakan ruang bagi para pembuatan situs, kemudian memberi ruang tersebut untuk membuat tema dan plugin yang bisa menjadi sarana monetisasi oleh pihak WordPress itu sendiri.

Dalam versi gratis inilah, secara tidak langsung, WordPress memberikan pengalaman unik terhadap calon penggunanya. User Interface (UI) yang digunakan cukup user friendly dibandingkan CMS lainnya. Dimana, pada CMS lain, tidak ada uji coba seperti ini sehingga user yang baru akan mencoba, terpaksa harus sewa hosting terlebih dahulu, baru mereka bisa merasakan pengalaman menggunkan CMS tersebut. Bagi user, ini bukanlah sesuatu yang mudah karena mereka akan kehilangan banyak waktu dan uang hanya untuk mengetahui fitur apa saja yang bisa digunakan, lalu mempelajari bagaimana menggunakannya.

Sistem yang Kokoh

Seperti bahasan di atas, dengan adanya pantauan dari seluruh pengembang di berbagai belahan dunia. Setiap kesalahan kecil yang membuat WordPress terlihat buruk akan segera dilaporkan dan dicari solusinya oleh tim utama WordPress. Terlebih, kompatibilitas dengan berbagai tema dan plugin yang selalu segar karena setiap pengembang rela meluangkan waktu demi menyesuaikan plugin atau tema ciptaannya terhadap versi terbaru.

Ilustrasi Kokoh, Source : People image created by Lyashenko – Freepik.com

Selain itu, kode yang ada bisa dibilang clear code (kodenya tersusun rapi, bersih dan mudah dipahami oleh kalangan pengembang). Dimana, dokumentasinya sangat jelas dan sistematis, sehingga membuat orang yang berkecimpung di bidang pengkodean situs sangat terbantu untuk mengembangkannya.

Dengan adanya faktor tersebut, WordPress berhasil menjadi mesin uang bagi para pengembang yang membuat plugin serta tema pemium yang bernilai hingga jutaan dollar. Sebut saja plugin Woocommerce (sebuah plugin eCommerce yang digunakan oleh 85% situs eCommerce berbasis WordPress) yang menurut situs recode.net, diakuisisi oleh Automattic (induk WordPress) di harga $30 Juta pada tahun 2015, padahal Woocommerce sendiri pada saat itu hanya memiliki 55 orang karyawan dari keseluruhan timnya sejak diluncurkan pada 27 September 2011.
Bisa disimpulkan, dengan adanya puluhan ribu pengembang yang berlomba mencari penghidupan di WordPress, CMS ini menjadi yang terdepan dalam isu peremajaan dan pemutakhiran sistem. Ini menjadikannya sebuah CMS yang paling kokoh hingga saat ini dibandingkan dengan CMS lainnya yang beredar di pasaran.

Isu Keamanan yang Rentan

Dengan adanya sistem open source, banyak orang yang ragu dengan sistem keamanan WordPress itu sendiri, sebab dengan kesamaan kode dari setiap situs bermesin WordPress bukan hal sulit bagi para hacker untuk mencuri sebuah situs dari tangan Anda. Bisa jadi iya, tapi bisa juga tidak. Kenapa? Karena dengan adanya sistem operasi terbuka inilah setiap orang pun secara bersama-sama menjaga dan mencari tahu celah keamanan lalu justru menutupnya bersama-sama.

Ilustrasi Keamanan, Source: Business image created by Rawpixel.com – Freepik.com

Selain itu, banyak plugin-plugin kemanan yang berlomba ‘menjaga’ WordPress Anda dari serangan para hacker. Sebut saja seperti Wordfence, Sucuri, IThemes Security dan masih banyak lagi. Jika Anda perlu bukti, silahkan cari artikel atau berita yang memberitakan situs berharga jutaan dollar dan berbasis WordPress jebol, dan seluruh data usernya dicuri oleh para tagan jahil. Sepertinya Anda akan kesulitan menemukannya.

Perlu digaris bawahi juga, kenapa Situs besar hampir jarang atau tidak pernah dikacaukan oleh hacker? Menurut beberapa penelitian, kebanyakan situs berbasis WordPress itu dibobol dari minimnya kualitas hosting. Dari sini, hacker mencoba masuk. Lalu, tema yang bermasalah. Masalah pada tema hanya dua, pertama karena tidak pernah dilakukan pembaruan, kedua karena menggunakan tema dari sumber tak terpercaya, biasanya tema bajakan dari sumber tertentu.

Ketiga, plugin, masalahnya sama saja dengan tema. Keempat, password admin yang asal login disertai password yang lemah. Asal login karena tidak menggunakan satu perangkat saja untuk login, dan memilih password yang kekuatannya lemah. Nah, perlu Anda tahu, perusahaan besar yang menggunakan WordPress tidak akan melakukan ini, karena mereka memang punya banyak uang untuk membeli semuanya, tanpa harus terjebak yang gratisan. Ditambah akses admin yang ketat dan perangkat keras khusus untuk mengaksesnya.

Membangunnya Sulit, Karena Tidak Paham Koding. Kata Siapa?

WordPress dengan segala fitur utamanya adalah sebuah platform user friendly yang mampu membantu Anda bahkan sangat memudahkan Anda membuat sebuah situs blog sederhana. Lalu dengan tambahan tema dan plugin lainnya Anda dapat membangun situs dengan fungsi yang beragam. Mulai dari toko online, forum, situs listing hingga platform media sosial.

Kemudahan-kemudahan ini Anda dapat tentunya dengan trik dan modal. Trik adalah dengan memanfaatkan plugin dan tema gratis meskipun terbatas (namun jangan sampai menggunakan yang bajakan, atau tanggung sendiri akibatnya). Kemudian dengan modal yaitu dengan cara membeli tema dan plugin premium sesuai kebutuhan Anda, dan tentunya tidak murah terutama untuk standar harga di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Ilustrasi Membangun, Source: People image created by Snowing – Freepik.com

Sebab, harga satu tema premium berkisar antara $49 hingga $199 atau sekitar Rp 700.000 hingga Rp 3.000.000. Sedangkan plugin premium bisa berkisar $15 hingga $49 atau sekitar Rp 300.000 hingga Rp 700.000. Ini cukup mahal bagi orang Indonesia, terlebih ini adalah benda-benda digital, yang tak bisa dipegang wujudnya.

Pengembangan yang Terbatas

Menurut beberapa kalangan, terutama pengembang situs, WordPress memiliki banyak keterbatasan untuk menjadikan situs yang dibuat dengannya dapat disebut sebagai sebuah platform. Memang cukup beralasan, mengingat sumber kode yang terlalu umum dan harus menjangkau banyak fungsi dituntut harus menangani hal-hal yang khusus. Tapi ini bukanlah alasan yang valid untuk tidak membangun situs dengan WordPress.

Development, source: Business image created by Rawpixel.com – Freepik.com

Karena, dari sisi biaya, WordPress jauh lebih efisien dibandingkan Anda membangun situs dari nol. Coba Anda bandingkan, untuk membuat sebuah situs yang kokoh dan lengkap, Anda perlu memiliki skill koding yang mumpuni (butuh waktu dan biaya untuk belajar) dan pastinya juga Anda butuh tim. Dimana tim ini pun perlu biaya, setidaknya Anda harus menggaji mereka setiap bulan.

Jika Anda bandingkan dengan harga tema dan plugin premium beserta supportnya tentu Anda akan paham, kenapa orang akan lebih memilih WordPress meskipun harus membeli tema dan plugin premium. Lalu, jika pun memang Anda memiliki uang lebih, itu dapat Anda manfaatkan untuk membangun keterbatasan WordPress dengan menambah satu karyawan yang ahli di bidang ini.

Kemungkinan Membangun Toko Online hingga Start Up

Untuk menjawab ini, kita perlu terlebih dulu jujur terhadap kebutuhan bisnis kita. Anda yang ingin membangun toko online standar, dengan fitur katalog, harga, pembayaran hingga pengiriman, tentu sangat bisa membangunnya dengan WordPress. Semua fitur itu sudah ada, tersedia. Baik fitur gratis (freemium) maupun berbayar (premium).

Online Shop, source: Background vector created by Katemangostar – Freepik.com

Lalu bagaimana dengan Start Up yang menuntut segala sesuatunya harus grow dan scalable termasuk dari sisi platform? Perlu disepakati dulu, platform yang dimaksud adalah apa dan seperti apa. WordPress dengan segala keterbatasannya dapat dengan fleksibel dibuat sebagai situs ataupun aplikasi. Sedangkan membangun Start Up tidak hanya berbicara tentang membangun aplikasi. Aplikasi hanyalah bagian teknis, namun bukan bagian dari bisnis, manajerial sumber daya manusia hingga teknis keuangan. Lebih luasnya Start Up akan berbicara mengenai pembuatan perusahaan kecil yang dapat tumbuh cepat dan berkembang pesat. Tapi perlu diingat, bahasan dari artikel ini hanyalah memuat bagian teknis, sehingga tidak akan masuk ke pembahasan lain selain hal yang terkait platform.

Baiklah, yang perlu diingat juga bahwa Start Up adalah perusahaan kecil dengan keterbatasan sumber daya dan dana. Tim terbatas, keuangan minim namun ide terlampau besar yang mana ini adalah masalah klasik dari setiap Start Up. Banyak Start Up yang berguguran justru karena tidak pernah final meluncurkan platform.

Di sini lah sesungguhnya WordPress dapat dijadikan solusi. Karena permasalahan Start Up bukan hanya masalah platform yang tak kunjung meluncur. Tapi karena proses meluncurnya yang terlalu lama, menuntut pengeluaran yang tidak sedikit hingga berada dalam bayang-bayang gagal di pasar yang disebabkan berbagai hal.

Sebaiknya, setelah menentukan produk apa yang akan diluncurkan oleh Start Up sebagai most viable product (MVP), bangunlah dulu platform sesimpel, semudah dan semurah mungkin. Setelah betul-betul diterima pasar, barulah lakukan automisasi dan scale up. Pada proses awal ini tidak ada salahnya jika Anda menjadikan WordPress sebagai solusi Anda.

Memilih Provider Penyedia Layanan WordPress

Jika Anda seorang blogger, tentunya tidak sulit memulainya, karena Anda sudah tahu akan memulainya darimana untuk membangun dengan WordPress. Atau Anda adalah desainer grafis yang terbiasa berurusan dengan UI, Anda akan dengan sangat mudah membuat layout dan tampilan dari platform yang akan dibuat. Lantas jika Anda seorang marketer atau product owner pun, Anda hanya perlu mencari kedua tipe orang di atas untuk diajak berpartner atau menjadi karyawan Anda.

Ilustrasi Provider, Source: Business vector created by Vectorpouch – Freepik.com

Namun, bagaimana jika Anda tidak memiliki kemampuan minimal satu saja dari mereka? Tentu sulit bukan. Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Diluar sana banyak sekali yang memberikan jasa lengkap seperti kemampuan orang-orang di atas. Walaupun ada satu kendala, yaitu jasa mereka cukup mahal. Karena hasil yang akan mereka berikan untuk Anda akan sesuai dengan ekspektasi Anda.

Jika Anda memang masih sulit mewujudkannya karena memang skill dan anggaran Anda terbatas untuk melakukannya. Keep calm, keep love your google, dan teruslah mencari jasa yang paling baik layanannya. Sebagai contoh jasa yang diberikan oleh WPids.com. Dimana Anda dapat memulai situs WordPress professional, dengan full service. Tertarik? Selengkapnya silahkan pelajari WPids.com .

Tinggalkan komentar