Website Anda Tidak Berdampak Pada Pertumbuhan Bisnis? Mungkin Ini Penyebabnya

Sudah tidak asing di telinga kita bahwa bisnis online membutuhkan sebuah website, meskipun sebagian orang menganggap cukup hanya dengan sebuah akun Instagram atau Facebook saja.

Namun jika ditelaah lebih jauh, website memiliki fungsi berbeda dan lebih unik dibandingkan media sosial. Terutama, dari sisi pengolaan data, impact-nya terhadap bisnis pun juga jauh bedanya.

Tapi, hal ini rasanya berbanding terbalik jika dibandingkan dengan kenyataan, bahwa bisnis Anda justru lebih menghasilkan dengan media sosial dibandingkan website yang Anda miliki. Benar demikian? jika ya, Anda perlu lebih lanjut membaca artikel ini.

Intro

Sejak saya menekuni dunia digital marketing, jauh sebelum saya mempelajari cara membuat website, atau pun sekedar ngeblog di Blogspot atau WordPress.

Sosial media memang sudah memiliki dampak yang besar pada perkembangan ‘dagangan’ saya. Iya, dagangan, sebab, sudah banyak sekali saya buka tutup dagangan dari mulai kuliner, hingga percetakan.

Semuanya hampir menggunakan sosial media. Tapi, usaha saya masih selalu dalam tahap berdagang, belum berbisnis, meskipun sudah mencapai omset yang lumayan.

Saya tidak menyalahkan sosial media, karena tools tersebut terbukti mendulang untung. Namun yang saya sayangkan, mengapa saya tidak menyiapkan sebuah website saat saya berdagang dulu, mungkin ini sebuah penyesalan, tapi juga sekaligus pembelajaran yang sangat berharga.

Kenapa menyesal? alasan utamanya, karena saya adalah seorang pemalas, saya malas mencatat data pelanggan yang berbelanja, saya malas menyimpan kontak mereka, padahal itu adalah tambang emas yang hari ini diperebutkan oleh banyak pengusaha. Barang pasti berbeda kalau saya melakukannya dengan website.

Nah, itu sekedar intermezzo saja. Jika ingin lebih banyak membandingkan itu, silahkan baca artikel saya mengenai situs web vs sosial media, dan sesuai judul, yang akan kita bahas kali ini lebih banyak mengenai penyebab mengapa website kita useless atau impactless terhadap bisnis kita.

Sebelum membahas lebih jauh, saya akan membagi artikel ini ke dalam dua penyebab utama, yaitu sebab non teknis dan sebab teknis. Mohon lebih berkonsentrasi terhadap dua bahasan ini agar mindset kita tidak bercampur dan akibatnya, artikel ini juga useless buat Anda.

Penyebab #1: Non Teknis

Non teknis, artinya tidak ada kesalahan pada website Anda, kesalahan ini berada pada kesalahan-kesalahan eksternal yang membuat Anda tidak bisa memaksimalkan potensi website Anda. Apa saja kesalahan tersebut? banyak, bisa jadi Anda punya semuanya, atau hanya beberapa.

Meskipun beberapa, ini akan sangat berdampak sekali pada bisnis Anda. Berikut beberapa penyebab atau kesalahan non teknis tersebut.

Image by Ryan McGuire from Pixabay

Inkonsistensi

Mengelola bisnis, setuju atau tidak, dasarnya adalah sebuah perilaku yang harus dilakukan secara rutin. Terlebih, pola pemasaran yang Anda lakukan pun perlu dilaksanakan secara rutin juga.

Nah, untuk Anda yang menggunakan sosial media, tentu paham betul mengenai cara membangun enggagement pada followers Anda, bukan.

Di website, meskipun banyak fitur otomatis, tangan dingin Anda dalam mengelola konsistensi merawat website sangatlah vital. Jika sekali inkonsisten, akibatnya fatal.

Bukan webnya rusak atau diserang malware, tapi Anda lah yang akan kesulitan mengendalikan ritme bisnis Anda secara online.

Akhirnya, setelah ini terjadi, Anda jadi malas mengisi konten seperti blog atau pun produk yang dijual di web itu. Bahkan, jangankan mengisi konten, untuk login ke dashboard nya saja, Anda mungkin sudah lupa.

Inilah yang saya bilang bisa fatal. Padahal, jika Anda melakukannya secara rutin untuk sekedar login ke dashboard, secara kebiasaan, Anda akan membentuk perilaku konsisten secara perlahan.

Lantas adakah solusinya untuk Anda yang masih sulit konsisten? Ada!.

Image by Ryan McGuire from Pixabay

Ada dua solusi yang saya tawarkan, yaitu gunakanlah satu perangkat saja kemudian siapkan waktu khusus. Ya, satu perangkat saja. Jika Anda terbiasa menggunakan laptop, gunakanlah! pun jika Anda lebih terbiasa menggunakan smartphone, ya gunakan. Tapi dari smartphone agak susah memantau dashboardnya.

Mungkin ke depan, saya sarankan Anda gunakan WordPress saja untuk membuat web nya, jangan pakai platform yang dibuat sendiri.

Karena WordPress punya dua aplikasi native untuk smartphone Ada, pertama WordPress App untuk mengelola artikel atau blog Anda, kemudian WooCommerce App untuk mengelola transaksi atau pesanan di Web Anda.

Kemudian terkait waktu khusus, Anda lebih paham daripada saya, kapan Anda bisa memberikannya untuk mengelola website Anda. Silahkan explore!.

Terlalu Mengandalkan Orang Lain

Anda ga jago desain, ga jago nulis? ga masalah, yang penting Anda harus jago jualan. Karena dengan kecerdasan Anda lah bisnis online Anda akan berjalan. Anda yang paham bisnis Anda, Anda juga yang paham produknya.

Skill teknis tersebut hanya hiasan. Karena setelah Anda pahami itu, baru Anda boleh minta bantuan orang lain untuk melakukan hal teknis lainnya. Cukup paham ya, dan tidak harus jago.

Yang saya maksud terlalu mengandalkan orang lain ini adalah Anda serta-merta mendelegasikan pekerjaan penting yang harusnya Anda lakukan, bahkan dilakukan tanpa mentransfer isi otak Anda ke orang lain.

Saya sudah bertahun-tahun jadi desainer grafis, jika Anda termasuk yang seperti itu, maka Anda termasuk yang saya refund.

Image by Free-Photos from Pixabay

Solusi: coba pikirkan secara matang, lalu berikan gagasan yang terukur kepada desainer atau copywriter Anda. Sehingga mereka bisa memahami betul apa yang ada di dalam benak Anda. Ingat, jangan pernah berikan informasi abstrak. Setelah itu, biarkan mereka bekerja sesuai dengan kemampuan mereka, dan fokuslah Anda pada bisnis Anda.

Menghabiskan Waktu, Tanpa Memikirkan Bisnis

Ini sebenarnya kebalikan dari inkonsistensi. Jika pada inkonsistensi Anda kekurangan interaksi terhadap website Anda, pada bagian ini Anda justru berlebihan mengurusinya. Bahkan, Anda sampai lupa, kalau pekerjaan Anda adalah berbisnis, bukan jadi programmer atau web enthusisast.

Berkonsultasilah dengan mereka yang lebih paham, dan buat lah kesepakatan, lalu gunakan jasa mereka jika perlu. Itu akan memaksimalkan semua potensi Anda untuk fokus pada bisnis Anda.

Image by Couleur from Pixabay

Solusi: Mempelajari website itu susah-susah gampang, meskipun Anda sudah menggunakan CMS seperti WordPress. Namun yang pasti, Anda akan kehilangan banyak waktu untuk itu semua.

Terlebih untuk bisnis Anda. Dengan menggunakan jasa orang lain, pastinya setelah analisa matang terhadap bisnis Anda. Akan sangat banyak waktu yang Anda hemat, dan lebih banyak omset yang Anda ciptakan.

Penyebab #2: Teknis

Masalah teknis pasti menjadi problem setiap orang yang menggunakan website, terlepas ia sudah mahir atau baru pemula. Namun ada beberapa penyebab yang sering berulang dan dialami banyak orang.

Nah, untuk bahasan kedua akan kita jabarkan secara ringkas dan padat. Berikut beberapa penyebab teknis yang membuat website useless secara teknis.

Image by Frank Pfeiffer from Pixabay

Email yang Tak Terhubung

Menggunakan website, Anda wajib menghubungkan email Anda pada website tersebut. Sebab, dengan adanya email yang terhubung, semua aktifitas website akan terpantau.

Termasuk, setiap action yang dilakukan oleh pengunjung website Anda. Selain itu, email yang terhubung mampu merespon secara otomatis setiap tindakan yang dilakukan pengunjung, seperti ketika mengirim formulir kontak, Anda bisa menset-up untuk setiap tindakan yang memerlukan balasan.

Image by S. Hermann & F. Richter from Pixabay

Proses pendaftaran semakin mudah, karena dengan email yang terhubung, website Anda dapat mengirimkan pssword secara otomatis ke email pengunjung yang sesuai. Untuk ini, silahkan gunakan beberapa cara untuk menyelesaikannya.

Bagi pengguna WordPress Anda dapat menggunkan plugin Post SMTP Mailer. Dengan ini, Anda dapat menggunakan email standard dari Gmail melalui Google API.

Tidak ada Conversion Page

Conversion page adalah sebuah ahalaman yang mampu mengubah pengunjung jadi pembeli. Artinya, pada halaman ini, harus dibuat konten persuasif dan konten yang menceritakan produk kita lebih banyak. Harapannya, ada transaksi yang terjadi setelah orang membaca konten kiat di halaman ini.

Landing page sendiri salah satu bagian dari conversion page. Namun pada teknisnya, landing page lebih mengemas dan mengarah ke satu produk atau kategori saja sehingga dengan membagikan halaman ini ke orang yang tepat (target pasar) akan sangat memperbesar peluang terjadinya transaksi. Metode ini juga yang sering disebut orang-orang sebagai funneling.

Image by Bruno /Germany from Pixabay

Sedang conversion page lebih bersifat umum. Semua halaman bisa dijadikan ini, termasuk artikel di blog Anda. Tinggal, Anda perlu menemukan strategi yang tepat dalam mengemas konten yang Anda tampilkan.

Halaman Produk yang Tidak Menginformasi

Halaman produk dapat berupa katalog online, atau juga halaman pricing. Hampir setiap web yang dibuat, biasanya mengandalkan halaman ini dalam memberikan harga atau sekedar kontak Whatsapp/Telepon.

Tapi sayangnya, halaman hanya dibuat secara pas-pasan tanpa adanya informasi yang menjelaskan secara gamblang value apa yang ada pada produk Anda.

Image by Arek Socha from Pixabay

Biasanya, Anda hanya fokus memperkenalkan produk apa yang Anda jual, lalu memberikan value yang orang lain juga punya. Iya, itu memang wajib. Tapi dengan adanya informasi yang lebih jelas tentang produk Anda, akan meminimalisir kesalahan teknis website Anda.

Padahal orang sudah berkunjung, membaca, tapi batal membeli lantaran dia kurang informasi, ditambah dia harus nanya ke Whatsapp Anda. Saya rasa orang tidak akan mau melakukan tindakan sepanjang itu, meskipun mereka serius.

Workflow yang Berantakan

Untuk sebuah pelayanan otomatis, workflow atau alur kerja sebuah web seharusnya sangat mudah dicerna oleh siapa pun. Terlebih untuk orang yang belum memiliki pengalaman berbelanja online.

Bisa Anda bayangkan, jika situs Anda hanya memberikan informasi secara online di halaman tertentu, namun anda tidak mengeset satu pun tombol call to action di halaman tersebut, ya pasti orang akan bingung bagaimana membeli produk Anda.

Ini berlaku juga sebaliknya, ada website yang menerapkan rangkaian panjang untuk melalui satu transaksi saja.

Misal, sebuah website fashion, memberikan halaman khusus untuk katalog produk, lalu setelah memilih produk, mereka harus memsukkan ke keranjang, lalu harus klik tombol keranjang, pilih metode pengiriman, metode pembayaran, ditambah harus nulis alamat dan membuat akun.

Wah, panjang ya. Ini sering ditemui di website yang menggunakan platform seperti WooCommerce, loh.

Image by Tammy Duggan-Herd from Pixabay

Memang bagi sebagian orang tidak ada masalah, tapi ini sangat mengganggu. Solusinya, sederhanakan prosesnya. Itu saja. Silahkan konsultasikan kepada saya via Whatsapp melalui link ini jika Anda mengalami masalah ini. Gratis kok!.

Tidak Membuat List Building

Apa itu list building? singkatnya ini adalah upaya Anda untuk mengumpulkan database pelanggan sebnayak-banyaknya dalam bentuk daftar, seperti email, kontak person hingga riwayat transaksi. Seharusnya jika kesalahan-kesalahan di atas telah Anda atasi, Anda akan sangat dengan mudah melakukannya.

Misal, dengan email yang terhubung, cukup dengan form kontak atau form join newsletter Anda bisa mendapatkan informasi ini. Atau jika Anda memiliki workflow yang seamless. Anda akan dengan sangat mudah mendapatkan informasi-informasi seperti di atas.

Lantas, apa kegunaannya? ya banyak! Salah satunya Anda bisa membuat campaign secara cuma-cuma dengan email marketing. Email marketing jauh lebih murah, bahkan lebih banyak dibaca dibandingkan inbox FB apalagi DM Instagram.

Mungkin, Anda lebih banyak mengalami spam yang ada di Instagram dan Facebook, kan. Tapi itu tidak akan terjadi di email, karena email punya folder tersendiri terhadap pesan yang dianggap spam.

Image by Ich bin dann mal raus hier. from Pixabay

Maka, bisa dikatakan, dengan menggunakan email marketing, bisnis Anda jadi lebih keren dan trusted daripada nyepam di inbox orang, DM, apalagi wapri.

Mungkin, selanjutnya, saya akan coba buat tulisan tentang ini, serta panduan teknisnya biar Anda makin paham. Silahkan join newsletter kami saja ya, biar Anda bisa kami informasikan kapan artikelnya terbit.

Meremehkan Interaksi di Halaman Web

Pernah dengar istilah pop up? itu loh yang kadang-kadang muncul di halaman web secara tiba-tiba. Entah isinya promosi, iklan, dsb. Bagi sebagian orang ini mengganggu, tapi dengan berulang kali ini keluar di orang yang sama, orang akan mulai aware dengan campaign Anda.

Terlebih, jika campaign Anda memecahkan masalah mereka, sudah pasti closing, itu!.

Bagi Anda pengguna WordPress, Anda dapat dengan mudah menemukan plugin yang meberikan fitur ini. Baik plugin yang didapat secara gratis, atau pun premium (tentu fitur premium lebih banya dibanding yang gratis).

Sebut saja Elementor Pro atau ConvertPro. Kabar baiknya, kalau Anda pakai layanan yang saya bangun di WPids, kami kasih gratis deh!.

Image by ayushprince1996 from Pixabay

Nah, balik lagi ke pop up, dengan banyaknya fitur yang Anda tawarkan. Anda bisa memfokuskan fitur mana yang menjadi Andalan Anda melalui pop up ini.

Dengan demikian, Anda secara tidak langsung membangun seamless workflow pada pelanggan Anda. Teorinya, Anda menjual dulu barang unggulan, lalu setelah mereka membeli, mereka mulai mempelajari barang yang lainnya.

Konklusi

Sebenarnya, masih banyak lagi yang bisa disebut biang keladi dari tidak bergunanya website Anda. Sebut saja karena responsifitas yang kurang, lambatnya load time hingga minimnya kata kunci pencarian untuk SEO serta malasnya menanam fitur analytic dan pixel.

Tapi, saya tidak ingin memperpanjang artikel ini sehingga fokus Anda berkurang. Jadi saya coba simpulkan beberapa hal itu dulu yang perlu Anda selesaikan di website Anda.

Oh ya!, Menurut Anda, apakah Anda salah satunya yang memiliki kesalahan seperti di atas? silahkan diskusikan di kolom komentar ya.

Nah, buat Anda yang masih merasa bingung mau bagaimana mengelola website Anda, jangan sungkan konsultasikan ke saya, gratis kok!.

Lalu, ini sedikit masukan dari saya saja, apabila Anda membutuhkan jasa website, usahakan Anda telah mengidentifikasi secara matang, web seperti apa yang akan Anda buat, dan pastikan itu merepresentasikan bisnis Anda. Baik dari nama, citra, hingga identitas lainnya. Baru Anda minta jasa bantuan ke orang lain.

Kemudian pastikan Anda berhasil memilih layanan yang memiliki post service yang baik. Misal, ada support bantuan setelah serah terima, baik dalam bentuk fisik atau panduan digital, lebih-lebih kalau pemberi jasanya membuatkan grup room khusus di Whatsapp untuk Anda seperti yang kami lakukan di WPids. Percayalah, itu akan sangat membantu Anda.

Sedikit tambahan, Anda juga bisa mempelajari layanan jasa yang kami sajikan di website ini pada link ini. Mungkin sekian dulu pembahasan kali ini, sampai jumpa di artikel berikunya. Mohon dishare ya jika bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan komentar